Sebagian besar umat manusia
di dunia hanya mengetahui 5 agama besar yang menjadi keyakinan mayoritas
mereka, yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu dan Budha. Padahal
jika kita telusuri lebih luas lagi, sebenarnya agama yang ada di dunia ini terbagi
menjadi begitu banyak ajaran dengan keyakinannya masing-masing.
Secara garis besar, agama
terbagi menjadi dua, yaitu agama Samawy (berdasarkan kepercayaan monoteisme)dan
agama Thabi’i. Agama Samawy yaitu agama yang berasal dari wahyu Allah melalui
Rasul-rasul Nya, yang disampaikan kepada umatnya masing-masing. Sedangkan
Tahabi’i adalah agama yang lahir dari ide dan pikiran manusia itu sendiri.
AGAMA SAMAWY.
1. Yudaisme.
Ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa AS untuk Bani Israel atau yang
lebih dikenal dengan sebutan Yahudi, dimana
awal mula inti kepercayaan penganut agama Yahudi ini adalah Tuhan yang Maha Esa, namun seiring
dengan berjalannya zaman kemudian menyembah sapi emas. Dalam agama Yahudi terdapat dua hari puasa utama dan empat hari puasa kecil. Dua
Puasa Utama, Yom Kippur dan Tisha
B'Av. Puasa Yom Kippur adalah puasa Hari Perdamaian (Imamat 23:27-28). Sedangkan puasa Tisha B’Av
adalah puasa untuk memperingati kekalahan kedua Yahudi atas raja Babylonia
yaitu Nebukadnezar pada tahun 586 SM. Untuk
hari keagamaan, dalam ajaran mereka hari Sabtu merupakan hari utama yang biasa mereka
sebut sebagai hari Sabat. Di antara Jumat sore sampai Sabtu sore mereka akan
menyalakan lilin dan meminum anggur serta roti yang telah diberkati.
Gambar 1.1 Tembok Ratapan, Israel
2. Kristen.
Ajaran yang dibawa melalui Nabi Isa AS sebagai kelanjutan dan penggenap
ajaran Nabi Musa AS. Sama seperti Islam dan Yahudi, Kristen mempercayai
hanya ada satu Allah atau Tuhan. Hanya bedanya, Kristen mengakui satu Tuhan
tersebut memiliki tiga pribadi, yakni Bapa (Sang Pencipta), Putra (Yesus
Kristus, Tuhan yang menjelma menjadi manusia), dan Roh Kudus (Tuhan yang ada di
hati tiap manusia). Namun ketiganya tetap satu kesatuan yang disebut Tritunggal.
Pada dasarnya, agama
Kristen terpecah menjadi tiga aliran gereja karena adanya perbedaan pendapat
diantara para pengikutnya, yaitu Kristen Ortodoks, Kristen Katolik, dan Kristen
Protestan.
Nah, untuk anda yang mungkin
masih bingung kenapa agama Kristen Katolik dan kristen Protestan harus
dipisahkan. Padahal kalo kalau kita lihat secara pintas, agama Katolik dan
Kristen Protestan sangat mirip, misalnya sama-sama beribadah di gereja dan
merayakan Natal,
Paskah, dan sebagainya. Dibawah ini saya akan menjelaskan beberapa
perbedaannya.
a). Katolik mengakui Paus, Protestan tidak
Ini adalah perbedaan
paling utama antara Kristen Protestan dan Katolik. Paus adalah pemimpin
tertinggi umat Katolik. Paus bertahta di Vatikan, Roma. Namun agama Protestan
tidak mengakui Paus dan tidak memiliki pemimpin tertinggi.
b).
Orang Katolik membuat tanda salib, orang Protestan tidak
Cara termudah membedakan
yang mana orang Katolik dan yang mana orang Protestan adalah dengan
memperhatikan saat mereka mau makan. Sebelum makan, biasanya orang Katolik
membuat tanda salib, sedangkan orang Protestan tidak (cuma berdoa aja biasa).
Tanda salib ini digunakan sebelum dan sesudah berdoa. Tanda salib dibuat dengan
tangan telunjuk kanan menyentuh dahi, dada, bahu kiri, dan bahu kanan secara
urut.
c).
Perbedaan kitab suci
Sebenarnya nama kitab
suci orang Katolik dan Protestan itu sama, yaitu Alkitab. Namun Alkitab Katolik
lebih tebal daripada Alkitab Protestan karena di dalam Alkitab Katolik terdapat
tambahan 12 kitab yang dinamakan Deutero-Kanonika. Dimana kitab-kitab tersebut
tidak diakui kebenarannya di dalam agama Protestan.
d). Masalah penafsiran kitab suci
Dikarenakan
adanya perbedaan kitab suci diantara keduanya, maka dalam agama Katolik, pengikutnya tidak diperbolehkan untuk menafsirkan
kitab suci. Satu-satunya yang boleh menafsirkan kitab suci hanyalah
Magisterium, yaitu para ahli agama yang berpusat di Roma Umat Katolik di
seluruh dunia cukup mengikuti penafsiran dari para Magisterium. Sedangkan
menurut ajaran agama Protestan, semua orang punya hak yang sama dalam
menafsirkan kitab suci.
e). . Pemuka agama Katolik memiliki hierarki
(tingkatan), sedangkan Protestan tidak
Para pemuka agama Katolik memiliki hierarki sebagai
berikut, room atau pastur, uskup, kardinal dan terakhir paus. Dengan adanya
tangga hierarki itu, para pemuka agama Katolik dapat naik jabatan, bahkan bias menjadi
Paus. Sedangkan, agama Protestan tidak memiliki hal tersebut.
f). Pemuka agama Katolik tidak boleh menikah,
sedangkan Protestan boleh
g).
Perempuan bisa menjadi pemuka agama dalam Protestan, sedangkan dalam Katolik
dilarang
Dalam Katolik hanya
laki-laki saja lah yang boleh menjadi pastur, sedangkan perempuan tidak diperbolehkan.
Sedangkan dalam Protestan, baik laki-laki dan perempuan diberikan hak yang sama
untuk menjadi pendeta.
h). Perbedaan peribadatan
Peribadatan orang Katolik
disebut misa, sedangkan peribadatan orang Protestan disebut kebaktian.
Keduanya berbeda dalam hal isi maupun tata cara pelaksanaannya, namun sama-sama
dilaksanakan pada hari Minggu.
i). Katolik mengkultuskan Bunda Maria, sedangkan
Protestan melarang
j).
Katolik mengakui para orang kudus (santo-santa) sementara Protestan tidak
.
k).
Katolik boleh menggunakan patung, sedangkan Protestan tidak
l).
Katolik mengakui 7 sakramen, sementara Protestan hanya 2
Sakramen adalah bentuk
upacara suci yang wajib dilakukan penganut Kristiani sepanjang hidup mereka.
Gereja Katolik mengakui ada 7 sakramen, yaitu Baptis (saat masuk dalam agama
Kristen), Krisma (diberikan ketika menginjak remaja), Ekaristi (biasanya
dilakukan umat Katolik di gereja tiap hari Minggu), Imamat (pentahbisan menjadi
pastur/romo), Pernikahan, Pengakuan Dosa, dan Pengurapan Orang Sakit (diberikan
saat sakit parah dan hampir meninggal). Namun dalam gereja Protestan, hanya
diakui dua sakramen, yaitu Baptis dan Ekaristi.
Gambar 1.2 Gereja Vatican
3. Islam.
Islam adalah penerus dan penutup agama-agama Allah, yang berdasarkan
pada ajaran yang mengimani satu Tuhan,
yaitu Allah SWT, yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim
yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan”. Islam mengajarkan bahwa Allah
menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya,
dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul
terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah. Al-Qur'an adalah kitab suci umat
Islam yang diwahyukan Allah kepada Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Ritual ibadah yang dilakukan umat Islam secara garis besar tertuang di dalam
Rukun Islam, yaitu:
a). Mengucapkan dua kalimah
syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan
benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul
Allah.
b).Mendirikan salat wajib lima kali sehari.
c). Berpuasa pada bulan Ramadan.
d). Membayar zakat.
e). Menunaikan ibadah haji
bagi mereka yang mampu.
Dan kaum muslim juga wajib meyakini rukun iman,
yaitu:
a). Iman kepada Allah
b). Iman kepada malaikat
Allah
c). Iman kepada Kitab Allāh
(Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur dan suhuf)
d). Iman kepada nabi dan rasul
Allah
e). Iman kepada hari kiamat
f). Iman kepada qada dan qadar\
Gambar 1.3 Masjidil Haram, Makkah
AGAMA THABI’I
1. Hinduisme.
Agama
ini meliputi berbagai aliran di antaranya Saiwa, Waisnawa, dan Sakta dengan
membawa suatu pandangan luas akan hukum dan aturan tentang moralitas
sehari-hari yang berdasar pada karma, darma, dan norma kemasyarakatan. Agama
Hindu percaya
adanya ratusan dewa dengan kekuasaan dan patung masing-masing, khususnya 3
dewa utama (trimurti) yaitu, Brahma, Wisnu dan Syiwa.
Gambar 1.4 Tiga Dewa Utama
2. Zoroastrianisme.
Agama ini lahir pada abad 7 SM dimana para pengikutnya mempercayai
Ahura Mazda “Tuhan Yang Bijaksana” sebagai Tuhan mereka, dengan memuja api.
Gambar 1.5 Ritual Ibadah
3. Budhisme.
Agama ini lahir pada abad 6 SM, dimana para pengikutnya memuja
Budha Gautama dengan ajarannya, yaitu Budha, Dharma, Sangkha.
Gambar 1.6 Patung Budha Gautama
4. Taoisme.
Taoisme adalah sebuah
aliran filsafat yang berasal dari Cina yang lahir pada abad 3 SM, yang
diprakarsai oleh Lao Tse, sebagai Tuhan dalam sistem keagamaan bangsa Cina.
Gambar 1.7 Simbol Ajaran Taoisme
5. Konfusianisme.
Agama ini lahir pada tahun 551 SM, berdasarkan ajaran Confusius dengan kepercayaan
kepada leluhur atau nenek moyang bangsa Cina.
Gambar 1.8 Ritual Ibadah
6. Shintoisme.
Diperkenalkan sebagai agama nasional bangsa Jepang tahun 1868
yang memuja kepada alam, dewa, serta pahlawan-pahlawan mereka.
Gambar 9. Tempat Peribadatan
7. Shikisme
Diajarkan di India oleh Guru Nanak yakni percampuran dari
pemahaman Hinduisme dan
Muslim namun sangat menyimpang dari ajaran Islam.
Gambar 10. Tempat Peribadatan, India.
Namun, jika agama dilihat dari perspektif ilmu filsafat, maka filsafat akan
membahas tentang unsur-unsur pokok agama secara mendalam, rasional, menyeluruh, sistematis, logis dan bebas.
Bagaimana Filosofis dan Teologis memandang agama?
Setelah membaca sebuah artikel menarik yang membahas tentang pandangan para
filosofis dan teologis, maka dapat saya rangkum hasil sebagai berikut:
-Filosofis dan teologis sepakat bahwa Tuhan adalah sumber dari segala sesuatu
yang ada di alam semesta ini.
-Pada
umumnya, para filosofis meletakkan Tuhan sebagai titik akhir dari suatu
kesimpulan yang dibuat, sedangkan teologis memandang Tuhan sebagai titik awal
pembahasannya.
-Filsafat
berdasar pada akal, sedangkan teologi langsung dari wahyu Tuhan.
- Filosofis dan teologis
sama-sama tidak pernah tuntas membahas ekstensi tuhaan.
-Filsafat
menjelaskan Tuhan sebagai zat yang impersonal. Sedangkan teologi melihat Tuhan
sebagai zat yang personal.
-Objek
pembahasan filsafat dan teologi sama, yaitu tentang wujud Tuhan sebagai zat
yang paling sempurna dan abadi.
Dalam
filsafat agama, sistem kepercayaan kepada yang gaib juga tetap menjadi suatu
hal yang penting, karena salah satu pokok ajaran agama adalah dengan menyadari adanya
zat yang gaib dan Maha Suci. Dibawah ini merupakan beberapa aliran Ketuhanan
yang terdapat dalm ilmu filsafat.
A). Teisme
Teisme
berpendapat bahwa alam diciptakan oleh Tuhan yang Maha Sempurna, sehingga
antara Tuhan dan makhluk sangat berbeda. Teisme menegaskan bahwa setelah
Tuhan menciptakan alam, Ia tetap aktif
dan memelihara alam. Agama-agama besar pada dasarnya menganut paham teisme,
seperti Yahudi, Kristen dan Islam.
B).Deisme
Deisme
berasal dari bahasa Latin deus yang
berarti Tuhan. Menurut paham deisme Tuhan berada jauh di luar alam. Tuhan
menciptakan alam dan sesudah alam diciptakan-Nya, Ia tidak memperhatikan dan
memelihara alam lagi. Alam berjalan sesuai dengan peraturan-peraturan yang
telah ditetapkan ketika proses penciptaan.
C). Panteisme
Panteisme
terdiri atas tiga kata, yaitu pan
yang berarti seluruh, theo yang
berarti Tuhan, dan isme yang berarti
paham. Jadi pantesime adalah paham bahwa alam ini adalah Tuhan. Benda-benda
yang dapat ditangkap dengan pancaindra adalah bagian dari Tuhan. Seperti
manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda mati adalah bagian dari Tuhan.
Namun diluar
tiga aliran yang mendukung teori Ketuhanan diatas, beberapa bentuk penolakan terhadap agama juga
ramai terjadi, beberapa contoh pemahaman diantaranya muncul dari David Hume. Ia
adalah tokoh filsafat barat yang mengembangkan filsafat empirisisme. Menurut
David, manusia tidak membawa pengetahuan bawaan dalam hidupnya. Selain itu,
terdapat juga pemahaman positivisme, yang memandang agama sebagai peradaban
manusia yang primitif.
Website
Agama Dalam Filsafat Klasik. (2011). Diunduh pada tanggal 21 Maret 2014 dari http://jalanpencerahan.wordpress.com/artikel/agama-dalam-filsafat-klasik