FAKTA MENGENAI PENDIDIKAN DI INDONESIA
-Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index.
-Setiap menit ada 4 anak di Indonesia yang putus sekolah.
-Data pendidikan di tahun 2010 menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah.
-54% guru di Indonesia tidak memiliki kualifikasi yang cukup untuk mengajar.
-13,19% bangunan sekolah tidak dalam kondisi yang layak.
Gambar 1.1 Potret anak sedang memegang seragam sekolahnya
Beberapa fakta diatas hanya sebagian kecil dari berbagai fakta yang terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, terjadi kasus dalam dunia pendidikan yang begitu mencengangkan, yaitu pelecehan anak dibawah umur yang terjadi di sekolah bertaraf Internasional, di Jakarta. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia kembali tersoroti. Pendidikan yang merupakan jaminan atas perkembangan budaya masyarakat bangsa yang maju semakin jauh dari tujuannya. Tangan-tangan Imperalis sudah semakin memperkuat budaya Liberalnya di ranah pendidikan Indonesia.
Gambar 1.2 Seorang guru di JIS yang saat ini menjadi buronan
Selain masalah pendidikan, kami juga menyoroti masalah program atau tayangan yang dihadirkan media massa di Indonesia. Media massa memberikan pengaruh yang penting dalam membangun image ataupun ide akan sesuatu dalam masyarakat. Jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar, maka hal ini tentu akan banyak memberikan manfaatnya. Namun, sayangnya fungsi media massa di Indonesia sudah tidak lagi sesuai dengan ranahnya, yaitu "Menyajikan data dan fakta baik secara lisan maupun tulisan dengan sebenar-benarnya". Begitu maraknya tayangan dan program TV yang sama sekali tidak memberikan edukasi yang baik pada masyarakat, khususnya anak-anak yang begitu cepat dalam meniru sesuatu.
Gambar 1.3 Reklame sindiran untuk media massa
Gambar 1.4 Kurangnyta pengawasan dari orangtua juga menjadi faktor pendukung
"Sebagai masyarakat bangsa yang cerdas, sudah semestinya kita mahir dalam memilah"
Dari persoalan pendidikan dan media massa tersebut, akhirnya kami melakukan wawancara kepada beberapa orang terkait persoalan diatas. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang kami ajukan pada masyarakat..
Pertanyaan:
1. Bagaimana pandangan anda tentang kondisi pendidikan di Indonesia?
2. Upaya apa yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana pandangan anda terhadap kasus pelecehan anak dibawah umur yang terjadi di JIS?
4. Apakah mekanisme Ujian Nasional di Indonesia sudah berjalan dengan baik?
5. Menurut anda, bagaimana peran media massa sejauh ini dalam memberikan informasi yang tetap edukatif pada masyarakat? Apakah udah cukup baik atau belum?
6. Menurut anda, program tv seperti apa saja kah yang kurang mendidik?
7. Upaya apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi dampak negatif dari media massa pada diri sendiri dan keluarga?
8. Untuk mengatasi semua masalah yang ada di Indonesia ini, menurut ada siapakah pemimpin yang baik dan cocok?
Gambar 1.5 Ody dan Bapak Ihpas
Nama : Bapak Ihpas Zulpaka
Pekerjaan : Satpam Binus
Jawaban:
1. Kalau untuk
kondisinya, dari zaman dahulu sampai sekarang sudah ada kemajuan atau
peningkatan, Tetapi kalau membicarakan masalah mutu, Indonesia masih
jauh di belakang dari bangsa-bangsa lainnya.
2. Pertama mungkin guru, kemudian baru kurikulum.
3. Kembali ke manusianya, yaitu pelaku yang mempunyai penyakit hyper kali ya, yaitu penyakit bawaan,
4. Belum,
karena tiap tahun selalu berubah, entah dari jumlah soal dan paketnya.
5. Untuk peran
entertainment media massa seperti televisi untuk pendidikannya belum bagus,
lebih banyak gossip dan sinetron daripada pendidikan.
6. Seperti
sinetron dan YKS, yang lebih banyak anak kecilnya dan lebih banyak
goyang-goyang yang tidak jelas dan tidak mendidik.
7. Untuk orang
tua harus bisa memilih-milih apa yang harus di tonton, mengawasi anak, dan apa
yang harus diberikan untuk anak. DIberi jam-jam tertentu juga untuk anak supaya
dapat menonton, misalnya setelah magrib atau seterusnya. 8.Jokowi.
Gambar 1.6 Dea dan Bapak Edi
Nama : Bapak Edi
Pekerjaan : Pemilik Barbershop
Jawaban:
1. Pendidikan
di Indonesia sepertinya harus banyak yang diperbaiki lagi, coba untuk TK kalau
bisa digratiskan saja.
2. Kalau bisa
materi-materi yang sudah ada diperbaiki lagi.
3. Dari pihak
sekolah seharusnya dapat dipertanyakan lagi, kenapa bisa sembarangan menerima
karyawan. Seharusnya sekolah yang bertaraf internasional lebih teliti lagi
dalam hal sekecil apapun.
4. Kalau bisa
saat Ujian Nasiona setiap ruangannya diberi CCTV, agar muridnya tidak dapat
menyontek, dan jika ada yang menyontek akan ketahuan.
5. Kalau bisa
di media massa gossip-gossip dikurangi.
6. Gossip-gossip
dan iklan alat pengaman.
7. Kalau ada
tontonan yang kurang mendidik lebih baik tv dimatikan saja, apabila menonton
dengan anak juga lebih baik kita damping anaknya.
8. Pemimpin
yang baik sebenarnya yang tidak banyak janji. Seperti Jokowi, karena ia lebih
banyak praktek, tidak banyak bicara dan tidak suka mengumbar janji.Gambar 1.7 Nisa dan Kak Misi
Nama : Kak Misi
Pekerjaan : Sarjana Psikologi
Jawaban:
1. Kurang
bagus, karena pendidikan sekarang masih kurang diperharikan disbanding zaman
dahulu karena pendidikan zaman sekarang tidak hanya pendidikan formal yang
sebenarnya. Karena, pendidikan orang tua dan pola asuh juga sangat membantu.
2. Diberikan
dan didirikan oleh orangtua yang berupa akhlak, ilmu lain, karena itu juga
berpengaruh padamu dimasa depan.
3. Moral pelaku
sangat rusak. Maksudnya dengan sekolah internasional, tidak dapat membuat anak
merasa aman, malah dengan kasus ini akan membuat anak menjadi trauma dan tertutup kepada semua orang, seharusnya
orangtua juga lebih kooperatif dengan pihak sekolah.
4. Belum,
karena anak zaman sekarang ini lebih terbebani oleh UN, be;ajar tiga tahun tapi
yang menentukan lulus atau tidak hanya dalam tiga hari dan hitungan jam saja.
5. Belum
banget, terlalu banyak joget-joget dan lawakan yang memakai fisik, dengan
begitu anak akan mencontohkan apa yang dilihat, karena anak kecil belum tau
tentang mana yang baik atau tidak.
6. YKS
7. Mengontrol
anak untuk lebih mengarahkan ke tontonan yang lebih baik.
8. Gusdur atau
Jokowi.Akhirnya, kami mendapat hasil bahwa pemimpin yang paling pantas untuk menjadi leader dalam menjawab persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia adalah "Jokowi".
Gambar 1.8 Jokowi's Quote
Sumber:
Fitriani, Suci. (2013 Mei 14). Fakta Pendidikan di Indonesia.Diambil pada tanggal 30 April 2014. http://sucifitriy.blogspot.com/2013/05/fakta-pendidikan-di-indonesia.html















