4.29.2014

Menjawab Persoalan Pendidikan dan Media Massa di Indonesia

Begitu banyak permasalahan yang terjadi di tanah air tercinta. Mulai dari masalah politik, ekonomi, etnik, agama, dan lainnya, sepertinya sudah menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari. Pada kesempatan kali ini, saya dan kelompok mendapatkan tugas untuk menelaah lebih jauh mengenai permasalahan yang terjadi di Indonesia, dan kami mencoba untuk membahas persoalan pendidikan dan media massa yang selalu saja menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan.


FAKTA MENGENAI PENDIDIKAN DI INDONESIA
-Indonesia berada di peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index.
-Setiap menit ada 4 anak di Indonesia yang putus sekolah.
-Data pendidikan di tahun 2010 menyebutkan 1,3 juta anak usia 7-15 tahun terancam putus sekolah.
-54% guru di Indonesia tidak memiliki kualifikasi yang cukup untuk mengajar.
-13,19% bangunan sekolah tidak dalam kondisi yang layak.



             Gambar 1.1 Potret anak sedang memegang seragam sekolahnya


Beberapa fakta diatas hanya sebagian kecil dari berbagai fakta yang terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, terjadi kasus dalam dunia pendidikan yang begitu mencengangkan, yaitu pelecehan anak dibawah umur yang terjadi di sekolah bertaraf Internasional, di Jakarta. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia kembali tersoroti. Pendidikan yang merupakan jaminan atas perkembangan budaya masyarakat bangsa yang maju semakin jauh dari tujuannya. Tangan-tangan Imperalis sudah semakin memperkuat budaya Liberalnya di ranah pendidikan Indonesia.


         Gambar 1.2 Seorang guru di JIS yang saat ini menjadi buronan



Selain masalah pendidikan, kami juga menyoroti masalah program atau tayangan yang dihadirkan media massa di Indonesia. Media massa memberikan pengaruh yang penting dalam membangun image ataupun ide akan sesuatu dalam masyarakat. Jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar, maka hal ini tentu akan banyak memberikan manfaatnya. Namun, sayangnya fungsi media massa di Indonesia sudah tidak lagi sesuai dengan ranahnya, yaitu "Menyajikan data dan fakta baik secara lisan maupun tulisan dengan sebenar-benarnya". Begitu maraknya tayangan dan program TV yang sama sekali tidak memberikan edukasi yang baik pada masyarakat, khususnya anak-anak yang begitu cepat dalam meniru sesuatu. 


                Gambar 1.3 Reklame sindiran untuk media massa

 Gambar 1.4 Kurangnyta pengawasan dari orangtua juga menjadi faktor pendukung


 "Sebagai masyarakat bangsa yang cerdas, sudah semestinya kita mahir dalam memilah"


Dari persoalan pendidikan dan media massa tersebut, akhirnya kami melakukan wawancara kepada beberapa orang terkait persoalan diatas. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang kami ajukan pada masyarakat..

Pertanyaan:
1. Bagaimana pandangan anda tentang kondisi pendidikan di Indonesia?
2. Upaya apa yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia?  
3. Bagaimana pandangan anda terhadap kasus pelecehan anak dibawah umur yang terjadi di JIS?  
4. Apakah mekanisme Ujian Nasional di Indonesia sudah berjalan dengan baik?  
5. Menurut anda, bagaimana peran media massa sejauh ini dalam memberikan informasi yang tetap edukatif pada masyarakat? Apakah udah cukup baik atau belum?  
6. Menurut anda, program tv seperti apa saja kah yang kurang mendidik?  
7. Upaya apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mengurangi dampak negatif dari media massa pada diri sendiri dan keluarga?  
8. Untuk mengatasi semua masalah yang ada di Indonesia ini, menurut ada siapakah pemimpin yang baik dan cocok?

 
                        Gambar 1.5 Ody dan Bapak Ihpas


Nama          : Bapak Ihpas Zulpaka
Pekerjaan   : Satpam Binus

Jawaban:
1. Kalau untuk kondisinya, dari zaman dahulu sampai sekarang sudah ada kemajuan atau peningkatan, Tetapi kalau membicarakan masalah mutu, Indonesia masih jauh di belakang dari bangsa-bangsa lainnya.

2. Pertama mungkin guru, kemudian baru kurikulum.

3. Kembali ke manusianya, yaitu pelaku yang mempunyai penyakit hyper kali ya, yaitu penyakit bawaan,

4. Belum, karena tiap tahun selalu berubah, entah dari jumlah soal dan paketnya.

5. Untuk peran entertainment media massa seperti televisi untuk pendidikannya belum bagus, lebih banyak gossip dan sinetron daripada pendidikan.

6. Seperti sinetron dan YKS, yang lebih banyak anak kecilnya dan lebih banyak goyang-goyang yang tidak jelas dan tidak mendidik.
7. Untuk orang tua harus bisa memilih-milih apa yang harus di tonton, mengawasi anak, dan apa yang harus diberikan untuk anak. DIberi jam-jam tertentu juga untuk anak supaya dapat menonton, misalnya setelah magrib atau seterusnya. 
8.Jokowi.


                          Gambar 1.6 Dea dan Bapak Edi

Nama        : Bapak Edi
Pekerjaan : Pemilik Barbershop

Jawaban:
1. Pendidikan di Indonesia sepertinya harus banyak yang diperbaiki lagi, coba untuk TK kalau bisa digratiskan saja.

2. Kalau bisa materi-materi yang sudah ada diperbaiki lagi.

3. Dari pihak sekolah seharusnya dapat dipertanyakan lagi, kenapa bisa sembarangan menerima karyawan. Seharusnya sekolah yang bertaraf internasional lebih teliti lagi dalam hal sekecil apapun.

4. Kalau bisa saat Ujian Nasiona setiap ruangannya diberi CCTV, agar muridnya tidak dapat menyontek, dan jika ada yang menyontek akan ketahuan.

5. Kalau bisa di media massa gossip-gossip dikurangi.

6. Gossip-gossip dan iklan alat pengaman.

7. Kalau ada tontonan yang kurang mendidik lebih baik tv dimatikan saja, apabila menonton dengan anak juga lebih baik kita damping anaknya.
8. Pemimpin yang baik sebenarnya yang tidak banyak janji. Seperti Jokowi, karena ia lebih banyak praktek, tidak banyak bicara dan tidak suka mengumbar janji.

                           Gambar 1.7 Nisa dan Kak Misi

Nama         : Kak Misi
Pekerjaan : Sarjana Psikologi

Jawaban:
1. Kurang bagus, karena pendidikan sekarang masih kurang diperharikan disbanding zaman dahulu karena pendidikan zaman sekarang tidak hanya pendidikan formal yang sebenarnya. Karena, pendidikan orang tua dan pola asuh juga sangat membantu.

2. Diberikan dan didirikan oleh orangtua yang berupa akhlak, ilmu lain, karena itu juga berpengaruh padamu dimasa depan.

3. Moral pelaku sangat rusak. Maksudnya dengan sekolah internasional, tidak dapat membuat anak merasa aman, malah dengan kasus ini akan membuat anak menjadi trauma dan  tertutup kepada semua orang, seharusnya orangtua juga lebih kooperatif dengan pihak sekolah.

4. Belum, karena anak zaman sekarang ini lebih terbebani oleh UN, be;ajar tiga tahun tapi yang menentukan lulus atau tidak hanya dalam tiga hari dan hitungan jam saja.

5. Belum banget, terlalu banyak joget-joget dan lawakan yang memakai fisik, dengan begitu anak akan mencontohkan apa yang dilihat, karena anak kecil belum tau tentang mana yang baik atau tidak.

6. YKS

7. Mengontrol anak untuk lebih mengarahkan ke tontonan yang lebih baik.
8. Gusdur atau Jokowi.

Akhirnya, kami mendapat hasil bahwa pemimpin yang paling pantas untuk menjadi leader dalam menjawab persoalan-persoalan yang terjadi di Indonesia adalah "Jokowi".

                                  Gambar 1.8 Jokowi's Quote

Sumber:
Fitriani, Suci. (2013 Mei 14). Fakta Pendidikan di Indonesia.Diambil pada tanggal 30 April 2014. http://sucifitriy.blogspot.com/2013/05/fakta-pendidikan-di-indonesia.html

4.18.2014

ABOUT GROUP, CITY, AND COUNTRY


Group?
Group atau lelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, dan saling memandang diri sebagai bagian dari kelompok tersebut. Menurut Homans (1950) kelompok adalah sejumlah individu yang berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu, dan setiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
 
Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam  suatu kelompok terdapat ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih

2. Adanya  interaksi  yang  terus  menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok 
4. Adanya norma-norma kelompok 
5. Adanya diferensiasi peran                     
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktivitas bertambah atau meningkat
8. Saling membagi tujuan yang sama 

Secara garis besar kelompok terbagi menjadi 2, yaitu kelompok primer dan sekunder. S ecara singkat dapat dikatakan bahwa kelompok primer merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Contohnya adalah keluarga, teman bermain pada anak kecil, dan rukun warga serta komunitas pada orang dewasa.Sedangkan kelompok sekunder bersifat lebih objektif dan dimana interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan.Contohnya yaitu organisasi professional.

Ferdinand Tonnies dalam bukunya membagi 2 jenis kelompok, yaitu Gemeinschaft dan Geselschaft. Menurut Tonies: All intimate, private, and exclusive living together is understood as life in Gemeinschaft (community). Gesellschatt (society) is public life–it is the world itself. In Gemeinschaft with one’s family, one lives from birth on, bound to it in weal and woe. One goes into Gesellschaft as on goes into a strange country (Tonnies, 1963:33-34).  Jadi dapat disimpulkan bahwa gemeinschaff (paguyuban)
adalah hubungan yang dilakukan oleh antar individu atau kelompok yang memiliki ikatan kuat, biasanya yang memiliki ikatan darah, ideologi, atau kesamaan daerah asal. Sedangkan Gesellschaft (Patembangan) adalah hubungan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan kelompok lain untuk waktu tertentu.
                                        
Gemeinschaft
Gesellschaft
Adanya hubungan perasaan kasih sayang
Hubungan antaranggota bersifat formal
Adanya keinginan untuk meningkatkan kebersamaan
Memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal
Tidak suka menonjolkan diri
Memperhitungkan nilai guna (utilitarian)
Selalu memegang teguh adat lama yang konservatif
Lebih didasarkan pada kenyataan sosial
Terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota

Hubungan antaranggota bersifat informal

                                                                                                                              Gambar 1.1 Karakteristik dari Gameinschaft dan Gesellschaft

Selain itu ada juga yang disebut kelompok formal dan informal. Kelompok formal yaitu kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggota. Contohnya,partai politik, dan lembaga pendidikan. Sedangkan kelompok informal adalah kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama. Contohnya para aktivis himpunan, dan anggota osis.

Gillin membagi kelompok berdasarkan fungsionalnya sebagai berikut
a) Kelompok persamaan darah contoh : keluarga dan kasta
b) Kelompok berdasarkan karakteristik jasmaniah atau mental, contoh : persamaan jenis kelamin, persamaan umur dan sama ras
c) Kelompok proximitas : kelompok-kelompok territorial
d) Kelompok berdasarkan interest kulturil : ekonomi, teknologi, agama, pendidikan, politik dan rekreasi.

City?
(Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1987, pasal 1) menyebutkan bahwa kota adalah pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan administrasi yang diatur dalam perundang-undangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan watak dan ciri kehidupan perkotaan.Dan menurut Max Weber, Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal.

 Perkembangan yang terjadi pada suatu kota akan sangat mempengaruhi kinerja dari pusat kota. Oleh karena itu, suatu pusat kota harus memiliki kelengkapan fasilitas yang baik dan memadai

Ciri-Ciri fisik kota, yaitu:
1) Sarana perekonomian seperti pasar atau supermarket.
2) Tempat parkir yang memadai.
3) Tempat rekreasi dan olahraga.
4) Alun-alun.
5) Gedung-gedung pemerintahan.

  Ciri-Ciri sosial kota, yaitu:
1) Masyarakatnya heterogen.
2) Bersifat individualistis dan materialistis.
3) Mata pencaharian nonagraris.
4) Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar).
5) Terjadi kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
6) Norma-norma agama tidak begitu ketat.
7) Pandangan hidup lebih rasional.
8) Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat secara tegas.

Terdapat beberapa klasifikasi kota atas dasar fungsinya antara lain
(1)      Kota berfungsi sebagai pusat industri. Contohnya kota Mumbai dengan industri tekstilnya dan Kota Dresden dengan industri keramiknya.
(2)      Kota berfungsi sebagai pusat perdagangan.Contoh kota-kota perdagangan besar bertaraf internasional antara lain,New York, London, Mumbay, Hamburg, Napels, Hongkong dan lain sebagainya.
(3)      Kota berfungsi sebagai pusat politik.Misalnya Kota New Delhi di India; Kota Jakarta di Indonesia; Kota Bangkok di Thailand,  dan lain sebagainya
(4)      Kota berfungsi sebagai pusat kebudayaan. Contohnya kota Mekkah sebagai kota religius umat islam dan juga Kota Roma bagi Umat Kristiani.
(5)      Kota berfungsi sebagai pusat rekreasi atau kesehatan. Misalnya Kota Palmbeach dengan pantainya yang indah, Kota Monte Carlo, dan kota-kota lainnya.
(6)      Kota yang tidak mempunyai fungsi tertentu yang menonjol (Merupakan kota-kota yang usianya masih sangat muda/baru biasanya kota kecil). Contohnya Philadelphia, di Amerika.


Terdapat beberapa tipe dari struktur tata kota, yaitu:
1.Teori konsentris
                                     Gambar 1.2 Struktur kota menurut teori Konsentris

2.Teori sektoral
                                       Gambar 1.3 Struktur kota menurut teori Sektoral

3.Teori intiganda
                                      Gambar 1.4 Struktur kota menurut teori Inti Ganda

4.Teori konsektoral (Tipe Eropa)
                              Gambar 1.5 Struktur kota menurut teori Konsektoral tipe Eropa

5.Teori konsektoral (Tipe Amerika Latin)
                        Gambar 1.6 Struktur kota menurut teori Konsektoral Amerika Latin

6.Teori poros
                                        Gambar 1.7 Struktur kota menurut teori Poros

7.Teori Historis
                                       Gambar 1.8 Struktur kota menurut teori Historis


Country?
Negara adalah sebuah organisasi atau badan tertinggi yang memiliki kewenangan untuk mengatur perihal yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas serta memiliki kewajiban untuk mensejahterakan, melindungi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Roger F.Soleau, negara adalah alat atau dalam kata lain wewenang yang mengendalikan dan mengatur persoalan-persoalan yang bersifat bersama atas nama masyarakat.

Unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah negara
1.Penduduk
Penduduk merupakan warga negara yang memiliki tempat tinggal dan juga memiliki kesepakatan diri untuk bersatu. Warga negara adalah pribumi atau penduduk asli Indonesia dan penduduk negara lain yang sedang berada di Indonesia untuk tujuan tertentu.
2. Wilayah
Wilayah adalah daerah tertentu yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Wilayah adalah salah satu unsur pembentuk negara yang paling utama. Wilaya terdiri dari darat, udara dan juga laut.
3. Pemerintah
Pemerintah merupakan unsur yang memegang kekuasaan untuk menjalankan roda pemerintahan.

Fungsi Negara
Fungsi Pertahanan dan Keamanan
Negara wajib melindungi unsur negara(rakyat, wilayah, dan pemerintahan) dari segala ancaman, hambatan, dan gangguan, serta tantangan lain yang berasal dari internal atau eksternal. Contoh: TNI menjaga perbatasan negara
Fungsi Keadilan
Negara wajib berlaku adil dimuka hukum tanpa ada diskriminasi atau kepentingan tertentu. Contoh: Setiap orang yang melakukan tinfakan kriminal dihukum tanpa melihat kedudukan dan jabatan.
Fungsi Pengaturan dan Keadilan
Negara membuat peraturan-perundang-undangan untuk melaksanakan kebijakan dengan ada landasan yang kuat untuk membentuk tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsan dan juga bernegara.
Fungsi Kesejahteraan dan Kemakmuran
Negara bisa mengeksplorasi sumber daya alam yang dimiliki untuk meningkatkan kehidupan masyarakat agar lebih makmur dan sejahtera.

Tujuan Negara
  • Melaksanakan ketertiban dunia
  • Menyelenggarakan Pertahanan
  • Menegakkan keadilan
  • Mengusahakan kesejahteraan rakya
Suatu negara memilih bentuk negaranya sesuai dengan aspirasinya sendiri. Berikut ini merupakan beberapa bentuk negara yang ada. 

Negara Kesatuan : Bentuk negara kesatuan jumlahnya sekitar separuh Negara di dunia. Undang-undang dasar negara kesatuan memberikan keuasaan penuh kepada pemerintahan pusat untuk melaksanakan kegiatan hubungan luar negeri

Negara Federal : Negara federal adalah gabungan sejumlah negara yang dinamakan negara-negara bagian yang datur oleh suatu undang-undang dasar yang membagi wewenang antara pemerintah federal dan negara-negara bagiannya.

Konfederasi : Konfederasi merupakan gabungan dari sejumlah Negara melalui sejumlah perjanjian internasional yang memberikan wewenang tertentu kepada konfederasi.

Negara-Negara Netral : Negara-negara netral adalah negara yang membatasi dirinya untuk tidak melibatkan diri dalam berbagai sengketa yang terjadi dalam masyarakat internasional.  



                                                                                                                                         Gambar 1.9  Beberapa  bendera negara di dunia dalam face painting

Website
Bentuk Negara. (2012). Diunduh pada tanggal 18 April 2014 dari http://abduntoamay.blogspot.com/2012/03/bentuk-negara_19.html
 Introduction to Sociology Groups. (2014). Diunduh pada tanggal 18 April 2014 dari http://en.wikibooks.org/wiki/Introduction_to_Sociology/Groups
Asa  Generasiku. (2012). Diunduh pada tanggal 18 April 2014 dari  http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/04/pengertian-fungsi-tujuan-dan-unsur.html

 Struktur  ruang kota. (2014). Diunduh pada tanggal 18 April 2014 dari http://ssbelajar.blogspot.com/2012/12/struktur-ruang-kota.html